![]() |
Ada sekian banyak kasus dimana pilot tak sanggup mengenali arah & kemiringan pesawatnya. Kesukaran ini disebut disorientation, merupakan pilot mengalami kesusahan mengenali posisi & arah pesawatnya.
Saat berada di angkasa, pilot paling sering merasa kesusahan dalam memastikan posisi & arah pesawatnya. Buat itu, pilot memerlukan pertolongan instrumen utk tentukan posisinya & arah maksud terbangnya.
Di Sayangkan, ada kasus di mana pilot tak bisa mengenali arah & kemiringan pesawatnya. Salah satu sample kasusnya yakni pesawat Adam Air bersama maksud Makassar yg nyasar ke Tambolaka, NTT. Kasus yg lebih parah yaitu hilangnya pesawat Adam Air di Majene yg nyatanya terjun bebas ke perairan selat Makassar.
"Pada kasus semacam ini, pilot mengalami spatial disorientation, yakni kesukaran di mana pilot mengalami kesusahan mengenali posisi & arah pesawatnya. Misalnya dikala dapat mendarat sebenarnya pesawat lakukan belokan yg pass tajam. Namun para penumpang tidak sedikit yg tak menyadari," kata dr Herman Muljadi, investigator KNKT dari Dinas Kesehatan Penerbangan & Tempat Angkasa TNI AU (Lakespra) dr Saryanto dalam program diskusi Flight Safety : Human Faktor in Aviation
Dr Herman membawa satu sample kasus kecelakaan pesawat Adam Air di Majene. Waktu itu, terhadap mulanya pilot diduga mengalami spatial disorientation sampai pesawat mengalami kemiringan 30 derajat ke bawah. Kemiringan ini setelah itu naik jadi 60 derajat & selanjutnya 90 derajat sampai hasilnya pesawat terjun ke laut.
"Pada pilot berpengalaman, rata-rata kemiringan 30 derajat saja telah terasa. Tetapi entah mengapa terhadap penerbangan itu waktu berjalan kemiringan 30 derajat pilot tak serta-merta menaikkan pesawatnya," kata dr Herman.
Tehnologi penerbangan hingga dikala ini sudah mengalami perkembangan yg lumayan pesat. Sejak Mulai dari system navigasinya ataupun peralatan suporter. Seluruhnya instrumen penerbangan ini sudah didesain sedemikian rupa utk menghindari error dalam penerbangan & terjamin kualitasnya.
Dalam laksanakan penerbangan, pilot mengandalkan instrumen & penglihatannya. Kala berada kepada ketinggian di mana pilot cuma bisa menyaksikan awan, pilot lebih mengandalkan instrumen sebab susah tentukan posisinya. Sedangkan terhadap ketinggian lebih kurang 7000 -9000 kaki pilot bakal lebih mengandalkan penglihatan buat menghindari tabrakan dgn gunung atau benda-benda lain yg kasat mata.

0 Response to "Inilah Dia Gangguan yang Bikin Pilot Bingung"
Posting Komentar